Sabtu, 15 Oktober 2022

A. Evolusi E-Business

Keberadaan dunia maya memiliki arti yang berbeda untuk masing-masing perusahaan, terutama yang masih menggunakan paradigma lama dalam berbisnis (konvensional). Banyak perusahaan yang sangat hati-hati dalam menanggapi fenomena ini dan tidak mau terburu-buru untuk segera melakukan tindakan reaktif terhadap tawaran-tawaran kemudahan yang disediakan oleh internet.
selain agar resiko yang dipertaruhkan lebih kecil, perusahaan ingin meyakinkan diri agar tahapan pengembangan business konvensional ke arah e-business benar-benar dapat memberikan value kepada pelanggan. Ada empat tahapan evolusi yang dapat dipergunakan sebagai bahan pijakan, yaitu masing-masing:

1. Channel Enhancement
2. Value-Chain
3. Industry Transformation
4. Convergence

Channel Enhancement
Perusahaan konvensional yang ingin memanfaatkan internet dapat memulai dengan mempergunakan teknologi informasi sebagai kanal tambahan dan/atau alternatif dalam menghubungkan perusahaan dengan para pelanggannya, sebagai contoh:
  • Jika dahulu perusahaan harus membagi-bagikan company profile-nya kepada mereka yang berkepentingan (calon investor dan pelangganmisalnya), saat ini seluruh masyarakat di dunia dapat melihat seluk beluk perusahaan terkait melalui situs-nya di dunia maya (website) 
  • Jika dahulu nasabah harus datang menemui teller untuk melakukan transaksi perbankan, saat ini yang bersangkutan dapat memilih karena disediakannya fasilitas e-banking melalui internet 
  • Jika dahulu seorang pelajar harus membeli buku di toko buku dengan harga yang sepadan dengan biaya produksi buku terkait, saat ini yang bersangkutan memiliki pilihan untuk melihat dan mencetak isi buku yang sama dengan cara proses download dari internet dengan harga yang lebih murah;

Value Chain Integration
Perusahaan didirikan karena adanya suatu permintaan pelanggan dan pasar terhadap produk atau jasa tertentu. Dengan sumber daya yang ada, perusahaan akan berusaha untuk mengubah berbagai bahan mentah yang ada sebagai input untuk menjadi output berupa produk yang diinginkan pelanggan. Karena bahan mentah yang dibutuhkan oleh perusahaan pada dasarnya merupakan output atau produk dari rangkaian rantai nilai perusahaan lain sebagai pemasoknya, maka pengintegrasian kedua rantai nilai ini akan semakin meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses penciptaan produk secara keseluruhan. Dengan mengintegrasikan rantai nilai perusahaan dengan berbagai rantai nilai mitra bisnisnya melalui internet, maka berbagai manfaat dapat secara langsung dirasakan oleh manajemen, misalnya:
  • Perusahaan tidak perlu harus menimbun sedemikian banyak bahan mentah di gudangnya karena tahu persis jumlah stok dan durasi pengiriman dari para pemasoknya 
  •  Perusahaan dapat menciptakan produk secara lebih murah, cepat, dan berkualitas baik karena telah terjalinnya jaringan proses antara pemasok dan perusahaan 
  •  Perusahaan dapat meningkatkan profitnya secara signifikan karena dengan kemampuan menyatukan rantai nilai dari seluruh perusahaan yang terlibat dalam sistem penciptaan produk, perusahaan dapat berkonsentrasi pada kompetensi utamanya (core competencies) dan “membuang” proses-proses pendukung lainnya ke pihak lain (outsourcing management)

Industry Transformation
Transformasi industri terjadi sebagai hasil dari perusahaan yang telah menyadari benar kekuatannya dan dapat memanfaatkan peluang e-business yang ditawarkan oleh internet dan dunia maya. Tidak sedikit perusahaan yang pada akhirnya harus “banting stir” atau berganti bisnis inti-nya (core business) setelah melihat kekuatan utama yang dimilikinya (core competencies) dan tingginya kompe tisi di industri terkait. Ada beberapa contoh
perusahaan di bawah ini yang dengan adanya internet menyadari perlunya dilakukan suatu transformasi bisnis:
  • Perusahaan penerbitan buku-buku bermutu yang biasa memulai rangkaian prosesnya dari pemilihan naskah, pengeditan, penyusunan layout, pencetakan, dan distribusi dapat hanya berkonsentrasi pada proses pemilihan naskah saja karena proses-prosess lainnya dapat di-outsource-kan ke perusahaan di industri terkait. Lebih jauh lagi, pemilihan naskah dapat direduksi lagi menjadi hanya pada proses menjalin hubungan baik (bermitra) dengan para penulis yang berkompeten di bidangnya 
  •  Perusahaan penjual lagu-lagu musik melalui kaset atau pun CD yang memiliki banyak sekali toko di setiap kota dapat dengan mudah mentransformasikan dirinya menjadi portal yang dapat “mencari dan meramu” (compilation) lagu-lagu yang diinginkan masing-masing pelanggan uniknya, karena proses produksi sampai dengan distribusi kaset atau CD dapat dilakukan oleh perusahaan lain, karena yang bersangkutan cukup mengetahui informasi lagu apa saja yang tersedia di pasaran dan dimanamendapatkannya 
  • Perusahaan pemberi jasa kesehatan seperti medical center dimana para dokter berkumpul untuk memberikan diagnosa kepada pasien yang datang dapat berubah menjadi perusahaan penyedia jasa aksespelayanan kesehatan melalui televisi, dalam arti kata setiap calon pasien cukup menggunakan televisi khususnya untuk dapat berkomunikasi dengan dokter yang diinginkan dimana saja dan kapan saja melalui aplikasi telemedicine

Convergence
Konvergensi antara lebih dari satu industri terjadi karena dengan adanya internet, perusahaan dapat secara mudah berkolaborasi dan berkooperasi untuk menciptakan produk-produk baru yang tidak mungkin dapat diciptakan tanpa adanya kerja sama tersebut. Bagaimana maraknya produk-produk inovasi baru ditawarkan di pasaran karena adanya konvergensi sebagai berikut:
  • Konvergensi antara industri perbankan, kesehatan, dan teknologi informasi melahirkan sebuah smart card yang selain berfungsi sebagai kartu kredit dan kartu debet, dapat dipergunakan untuk menyimpan data riwayat kesehatan pasien yang akan secara langsung dihubungkan dengan program asuransi kesehatan yang ditawarkan 
  •  Konvergensi antara industri telekomunikasi dan internet menghasilkan sebuah handphone yang tidak saja dapat dipergunakan sebagai alat komunikasi dua arah, tetapi lebih jauh lagi dapat dipergunakan sebagai internet browser 
  •  Konvergensi antara industri multimedia dengan manufaktur mobil menawarkan suatu jasa kepada para pelanggan untuk melakukan pemesanan produksi mobil dengan desain, warna, karakteristik, dan karakteristik lain sesuai selera masing-masing pelanggan yang unik melalui situs internet yang diperlengkapi dengan aplikasi CAD/CAM.
B. Alasan Evolusi

1. Sangat berhati-hati 
2. Resiko lebih kecil 
3. Benar-benar memberikan value kepada konsumen 

C. Diagram Relasi E-bussines

Pada dunia nyata, e-business bermula dari paket-paket aplikasi yang berisfat fungsional sedangkan pada dunia maya beragam aplikasi ebusiness dibangun berdasarkan paradigma proses(business process). Jika dilihat dari rangkaian business process yang seringkasi ditemukan diperusahaan, dari arah hulu menuju ke hilir, aplikasi e-business dapat di katagorikan menjadi 4 jenis 

Cara mudah dalam memahami ke4 katagori aplikasi e-business ini adalah dengan mencoba bergerak dari rangkaian proses hilir menuju hulu. Alasan pendekatan tersebut dipakai adalah karena di era bisnis modern saat ini perusahaan berdiri karena adanya pelangan yang membutuhkan sebuah prodek atau pelayanan tertentu Berdasarkan dari pendekatan tersebut, maka pada bagian hilir akan dijumpai rangkaian proses yang menghubungkan sebuah perusahaan dnegan para pelangganya. Konsep yang biasa dipergunakan dalam membangun aplikasi katagori ini adalah customer relationship management (CRM). Konsep ini mengajarkan kiat dan strategi untuk membangun dan menjalin hubungan yang efektif antara perusahaan dengan pelanggannya agar tercapailah apa yang kerap diistilahkan sebagai customer satisfaction, customer loyalty dan customer retention.
Termasuk di dalam proses CRM adalah:
  • Proses penanganan keluhan pelanggan;
  • Proses penanganan pesananan pelanggan;
  • Proses penanganan permintaan informasi dari pelanggan;
  • Proses pengelolaan data dan informasi seputar pelanggan;
  • Proses pengelolaan kebutuhan pelanggan;
  • Proses analisa karakteristik dan perilaku pelanggan.

D. Jenis E-bussiness 

1. B2B atau Business To Business

B2B adalah jenis bisnis yang digunakan antar perusahaan dengan perusahaan lainnya, baik itu pada perusahaan yang bergerak pada industri yang sama, ataupun yang berbeda dan kegiatan transaksinya dilakukan melalui internet.

2. B2C atau Business To Costumer

B2C adalah jenis perdagangan yang dilakukan secara elektronik oleh suatu perusahaan yang kemudian menjual produknya secara langsung ke para pembeli. B2C akan menawarkan produk yang kualitasnya memang baik dan bagus dengan harga yang relatif lebih murah dengan pelayanan yang baik agar mampu meraih kesuksesan secara cepat.

3. C2C atau Costumer To Costumer

Mereka yang terlibat dalam jenis e-business ini adalah pelanggan dan mereka akan menjualnya lagi ke pelanggan lain.       

4. C2B atau Costumer To Business


Jenis e-business ini adalah suatu jenis bisnis dimana konsumen atau pelanggan akan memberitahukan apa yang mereka perlukan. Lalu, para pemasok akan saling berlomba dalam menyediakan apa yang konsumennya tersebut diperlukan.

5.  B2G atau Business To Government

"Business-to-government (B2G) adalah model bisnis yang mengacu pada bisnis yang menjual produk, layanan, atau informasi kepada pemerintah atau lembaga pemerintah".Dalam banyak kasus, lembaga pemerintah bekerja . B2G, atau bisnis ke pemerintah, adalah penyediaan barang dan jasa kepada lembaga pemerintah di tingkat federal, negara bagian, dan lokal.Sebagian besar kontrak dikabulkan sebagai tanggapan atas permintaan proposal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

A. Evolusi E-Business Keberadaan dunia maya memiliki arti yang berbeda untuk masing-masing perusahaan, terutama yang masih menggunakan parad...